“Kang,……” sapa gadis yang awalnya kukira santri baru. Sambil membawa catatan daftar belanja, aku berjalan menuju pasar tempatku membeli kebutuhan ndalem. Ingatanku tak bisa lepas dengan gadis yang menyapaku tadi sebelum berangkat ke pasar.

Gadis itu namanya Habibah, putri Bu Nyai yang sedang mondok di Lirboyo. Seingatku, aku bertemu terakhir ketika liburan ramadhan 7 tahun yang lalu.